Tanggal Terbit:
22 Mei 2026
Di Terbitkan Oleh:
Codero Education

340 Talenta Digital Muda Lintas Negara Unjuk Gigi di ASEAN Coding Competition 2026

Rangkaian kompetisi coding bergengsi tingkat regional, ASEAN Coding Competition (ACC) 2026, telah resmi berakhir dengan sukses. Mengusung tema “Creative Kids, Bright Future,” ajang kompetisi coding berbasis online ini sukses diinisiasi oleh Codero yang bekerja sama dengan STEM Malaysia.

Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk mendorong pengembangan kemampuan berpikir logis, kreativitas, serta pemanfaatan teknologi sejak dini. Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga sebagai ruang pembelajaran bagi generasi muda di kawasan ASEAN. Lomba ini dibagi menjadi dua kategori agar setiap anak bisa berkarya sesuai dengan tahapan perkembangannya, yakni:

  • Primary A / Lower Level:

    • Untuk usia 6-9 tahun.

    • Tema: Kids Build the Future (Animation)

  • Primary B / Upper Level:

    • Untuk usia 10-12 tahun.

    • Tema: Save the Future Planet (Games Story)

Mas Amelia, selaku Director of STEM Malaysia, mengungkapkan apresiasi mendalam terhadap kolaborasi strategis ini:

“Kerja sama STEM Academy Malaysia dengan Codero Indonesia mencerminkan pentingnya kerja sama internasional dan lintas negara dalam memberdayakan generasi mendatang dengan keterampilan yang siap menghadapi masa depan, terutama di bidang STEM dan teknologi.”

Senada dengan hal tersebut, Head of Unit Codero, Arif Puji Gunarto, turut menegaskan pentingnya sinergi ini dalam mencetak talenta digital yang siap bersaing di kancah global:

“Kerja sama antara Codero Indonesia dan STEM Academy Malaysia mencerminkan komitmen bersama untuk mempersiapkan generasi mendatang dengan keterampilan yang siap menghadapi masa depan di bidang teknologi, inovasi, dan pendidikan STEM. Di dunia yang terus berkembang pesat saat ini, kerja sama internasional memainkan peran penting dalam menciptakan peluang belajar yang lebih luas serta memberdayakan talenta muda melampaui batas geografis.

Melalui ASEAN Coding Competition, kami tidak hanya menciptakan platform bagi siswa untuk menunjukkan kemampuan coding mereka, tetapi juga mendorong pembelajaran lintas budaya, kreativitas, kepercayaan diri, dan inovasi di kalangan pelajar muda di seluruh kawasan ASEAN. Kami percaya bahwa setiap siswa memiliki potensi untuk menjadi pemimpin, pencipta, dan pemecah masalah masa depan ketika diberi akses ke peluang yang bermakna dan ekosistem yang mendukung.”

Antusiasme Tinggi dari Berbagai Negara ASEAN

Antusiasme luar biasa terlihat dari jumlah peserta tahun ini yang mencapai 340 anak. Persaingan berjalan sengit namun sehat, dengan rincian sebanyak 173 peserta yang mendaftar kategori Primary A / Lower Level dan 167 peserta yang mendaftar di kategori kategori Primary B / Upper Level.

340 Talenta Digital Muda Lintas Negara Unjuk Gigi di ASEAN Coding Competition 2026

Para peserta yang mendaftar tidak hanya berasal dari Indonesia saja, tetapi juga dari negara-negara ASEAN lainnya seperti Brunei Darussalam, Malaysia, Myanmar, Filipina, Singapura, Timor Leste, hingga Vietnam.

“Melihat siswa dari berbagai negara berkumpul dengan semangat dan tekad yang kuat merupakan pengingat yang kuat bahwa masa depan ASEAN akan dibentuk oleh kolaborasi, pendidikan, dan teknologi. Kami berharap inisiatif ini terus menginspirasi lebih banyak sekolah, lembaga, dan komunitas untuk berpartisipasi secara aktif dalam membangun generasi yang lebih kuat dan inovatif untuk masa depan,” pungkas Arif.

Mas Amelia juga menambahkan bahwa kompetisi ini menjadi batu loncatan berharga bagi para peserta, khususnya dari Malaysia.

“Meskipun kompetisi tahun ini berlangsung sangat ketat, kami merasa terinspirasi melihat para peserta dari Malaysia berani melangkah maju untuk menguji kemampuan mereka di panggung internasional. Kami berharap pengalaman ini dapat menginspirasi lebih banyak lagi siswa dan lembaga dari Malaysia untuk berpartisipasi dalam edisi-edisi ACC mendatang serta terus menumbuhkan semangat dan kepercayaan diri mereka dalam bidang pemrograman dan inovasi,” tutupnya.

Rangkaian Kegiatan yang Komprehensif

Rangkaian perlombaan ini dimulai dari sesi free workshop pada tanggal 2-3 Mei 2026. Melalui sesi belajar gratis ini, para peserta dibekali kesiapan dasar dalam menggunakan aplikasi Scratch, sehingga mereka dapat memulai langkah pertamanya di dunia coding dengan penuh percaya diri.

Setelah dibekali materi, seluruh peserta mengumpulkan karya digital orisinal mereka sebelum tenggat waktu pada 9 Mei 2026. Melalui proses penilaian yang ketat oleh dewan juri, para finalis kemudian diumumkan pada 14 Mei 2026.

Babak final yang kompetitif dan inovatif

Puncak acara berlangsung pada 16 Mei 2026 melalui babak final ACC 2026. Di tahap ini, para finalis terpilih ditantang untuk mempresentasikan karya mereka secara langsung di hadapan dewan juri profesional dari Codero dan STEM Malaysia.

Untuk presentasi para finalis di kategori Primary A / Lower Level, dimulai dari jam 09:20 WIB, tiap peserta diberi waktu selama 3 menit untuk presentasi dan 2 menit untuk tanya jawab bersama juri. Setelah semua peserta telah selesai presentasi, panitia mengarahkan untuk melakukan dokumentasi sebelum jeda istirahat.

Sesi presentasi untuk kategori Primary B / Lower Level dimulai pada jam 13:20 WIB. Sama seperti di kategori sebelumnya, setiap peserta diminta untuk melakukan presentasi buatan karya mereka selama 3 menit dan diberikan waktu 2 menit untuk sesi tanya jawab dengan para juri.

340 Talenta Digital Muda Lintas Negara Unjuk Gigi di ASEAN Coding Competition 2026

Seluruh karya finalis dinilai secara objektif berdasarkan tiga kriteria utama: Creativity (kreativitas), Presentation (kemampuan presentasi), dan Project Suitability (kesesuaian proyek dengan tema).

Pengumuman Pemenang ACC 2026

Setelah melalui proses kurasi dan penilaian yang sengit oleh dewan juri, ACC 2026 dengan bangga mengumumkan nama-nama talenta digital muda yang berhasil meraih juara:

Pemenang kategori Lower Level / Primary A

  • Juara 1: Cohann Mariposa (Filipina)

  • Juara 2: Rafael Anderson Gunawan (Indonesia)

  • Juara 3: Shalem Chia (Singapura)

  • Juara favorit:

    • Muhammad Khafid Alkhalifi Rayan (Indonesia)

    • Adhyatama Umar Alkhalifi (Indonesia)

    • Anjar Ajis Ramadhani (Indonesia)

Pemenang kategori Upper Level / Primary B

  • Juara 1: Ismail Mufazzal Al Kayyis (Indonesia)

  • Juara 2: Johannes Frederick Ansel (Indonesia)

  • Juara 3: Jordan Funnell (Indonesia)

  • Juara favorit:

    • Alfonso Rudolph Heryawan (Indonesia)

    • Muhammad Farras Rashad (Indonesia)

    • Hak Kien Chua (Malaysia)

Miss Madiha Rauf, salah satu juri ACC 2026 sekaligus Head STEM Teacher di STEM Academy Malaysia, menyampaikan kegembiraannya atas pencapaian para peserta:

“Kami sangat senang mengumumkan bahwa ACC 2026 telah berakhir, dan ini benar-benar perjalanan yang luar biasa. Melihat para siswa dari 8 negara berbeda berkumpul, berbagi ide, dan mempresentasikan hasil karya mereka sungguh sangat menginspirasi.

Kreativitas dan usaha yang ditunjukkan para siswa dalam proyek mereka benar-benar menonjol, dan jelas bahwa platform seperti ini dapat memberikan dampak besar dalam membangun kepercayaan diri dan minat terhadap pemrograman serta STEM.”

Beliau juga berharap agar pengalaman kompetisi ini menjadi batu loncatan yang berharga bagi seluruh peserta, serta membuka peluang kolaborasi yang lebih besar di masa depan.

“Kami sungguh berharap pengalaman ini telah memicu sesuatu yang bermakna bagi mereka, dan kami antusias untuk terus menciptakan lebih banyak kesempatan seperti ini di masa depan,” pungkas Miss Madiha.

Langkah Awal Talenta Muda Asia dalam Menghadapi Teknologi dan Masa Depan

Keberhasilan ACC 2026 memberikan gambaran optimis bahwa anak-anak masa kini mampu mengekspresikan ide-ide luar biasa melalui media digital. Ajang ini membuktikan bahwa sejak usia dini, anak-anak dapat diarahkan untuk menjadi pencipta (creator) teknologi, bukan sekadar konsumen (user). Hebatnya lagi, beberapa peserta bahkan sudah mulai mengeksplorasi dan memanfaatkan teknologi Kecerdasan Buatan (AI) untuk memperkaya karya orisinal mereka.

340 Talenta Digital Muda Lintas Negara Unjuk Gigi di ASEAN Coding Competition 2026

Jika teknologi diperkenalkan kepada anak-anak dengan metode yang tepat dan suportif, bukan tidak mungkin mereka akan tumbuh menjadi inovator global yang memimpin masa depan. Era digital telah melahirkan talenta-talenta muda berbakat di Asia; tugas kita sekarang adalah terus menyediakan wadah dan ruang kreatif bagi mereka untuk unjuk gigi di mata dunia.

Tag
Coding Teknologi Codero Technology

Artikel Terbaru

Chat dengan kami di WhatsApp